Ayam Goreng & Sop Buntut Pak Supar Semarang, Ikon Kuliner yang Bertahan oleh Rasa

Ayam Goreng & Sop Buntut Pak Supar berdiri sebagai salah satu simbol kuliner paling konsisten di Semarang. Tempat ini bukan sekadar rumah makan, melainkan potongan sejarah rasa yang terus hidup dari generasi ke generasi. Di tengah maraknya restoran modern dan tren makanan viral yang silih berganti, kehadirannya justru terasa semakin relevan—seolah mengingatkan bahwa kelezatan sejati tidak pernah membutuhkan panggung berlebihan.
Nama Pak Supar sudah lama lekat di benak masyarakat lokal. Bagi warga Semarang, rumah makan ini adalah jawaban paling jujur ketika seseorang bertanya, “Makan enak di sini ke mana?” Bagi wisatawan, tempat ini sering menjadi gerbang pertama untuk memahami karakter rasa kota ini: sederhana, hangat, dan penuh kedalaman.
Yang membuatnya istimewa bukan hanya karena usianya yang panjang, melainkan karena keberanian untuk tetap setia pada jati diri. Resep ayam goreng yang gurih renyah dengan aroma bawang yang khas, serta sop buntut berkuah bening yang kaya kaldu, disajikan tanpa banyak perubahan sejak awal berdiri. Setiap piring terasa seperti membawa pulang kenangan—bahkan bagi mereka yang baru pertama kali mencicipinya.
Di sinilah kuliner bertransformasi menjadi pengalaman. Makan bukan sekadar aktivitas mengisi perut, melainkan ritual kecil yang mempertemukan rasa, cerita, dan waktu. Tak heran jika tempat ini kerap dipadati pengunjung lintas usia: dari pebisnis, keluarga, hingga pelancong yang sengaja datang jauh-jauh demi satu mangkuk sop buntut hangat.
Jejak Panjang Kuliner Legendaris di Jantung Kota

Perjalanan rumah makan ini dimulai dari sebuah keyakinan sederhana: rasa yang baik akan selalu menemukan jalannya. Tanpa strategi pemasaran besar-besaran, popularitasnya tumbuh secara organik melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Pelanggan yang puas kembali membawa keluarga, teman, hingga rekan kerja. Dari situlah reputasi dibangun—perlahan, namun kokoh.
Di dunia kuliner, konsistensi adalah tantangan terbesar. Banyak tempat makan lahir dengan gemilang, namun meredup seiring waktu karena kualitas yang menurun. Pak Supar justru menempuh jalan sebaliknya. Ia bertahan dengan menjaga standar rasa, proses memasak, dan cara penyajian. Ayam digoreng hingga mencapai titik sempurna: renyah di luar, lembut di dalam. Sop buntut direbus lama agar kaldu keluar maksimal, menghasilkan kuah jernih dengan rasa yang dalam namun tetap ringan.
Filosofi ini menjadikan rumah makan tersebut bukan sekadar tempat makan siang, tetapi destinasi yang dirindukan. Ada rasa aman ketika datang kembali—seolah tahu bahwa apa yang akan tersaji di meja tidak akan mengecewakan.
Lokasi Strategis dan Suasana yang Bersahaja

Terletak di kawasan Semarang Tengah, rumah makan ini mudah diakses dari berbagai penjuru kota. Letaknya yang strategis membuatnya sering menjadi pilihan makan bagi wisatawan yang baru tiba dari stasiun atau bandara, maupun pekerja kantoran yang mencari makan siang berkualitas tanpa harus pergi jauh.
Suasananya mencerminkan karakter yang diusung: sederhana, bersih, dan ramah. Tidak ada dekorasi berlebihan, tidak ada konsep tematik yang dibuat-buat. Ruangan ditata fungsional, dengan meja-meja yang rapi dan jarak yang cukup nyaman. Pelayanan terasa hangat, seolah tamu yang datang adalah bagian dari keluarga besar.
Di jam-jam sibuk, antrean kerap terbentuk. Namun menunggu di sini bukanlah pengalaman yang melelahkan. Aroma ayam goreng yang menggoda dan uap sop buntut yang mengepul dari dapur seakan menjadi penghibur alami. Banyak pengunjung justru menikmati momen tersebut, karena tahu bahwa di ujung penantian, ada sepiring hidangan yang sepadan.
Alamat Lengkap dan Waktu Operasional
Rumah makan ini berada di jantung kota Semarang dan mudah dijangkau dari berbagai arah. Lokasinya kerap menjadi titik persinggahan wisatawan yang ingin langsung merasakan kuliner autentik tanpa harus berkeliling terlalu jauh.
Alamat:
Jl. Moh. Suyudi No. 39, Miroto, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Jl. MH Thamrin No.102, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Jam Operasional:
Setiap hari, pukul 09.00 – 21.00 WIB
Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang siang atau selepas pukul 14.00, saat antrean mulai berkurang namun dapur masih aktif menyajikan menu dalam kondisi terbaik. Pada akhir pekan dan musim liburan, rumah makan ini hampir selalu ramai, menandakan posisinya sebagai destinasi kuliner yang tak pernah sepi peminat.
Filosofi Rasa: Ketika Kesederhanaan Menjadi Kekuatan

Keistimewaan tempat ini tidak lahir dari teknik memasak rumit atau presentasi yang teatrikal. Semua berangkat dari satu hal: rasa yang jujur. Ayam diolah menggunakan bumbu tradisional dengan takaran yang konsisten. Tidak ada upaya “memodernisasi” rasa agar terlihat mengikuti zaman. Justru di sanalah kekuatannya—menghadirkan cita rasa yang akrab, seperti masakan rumah yang dimasak dengan penuh perhatian.
Sop buntut dimasak perlahan dalam waktu lama, memungkinkan sari tulang dan rempah keluar sempurna. Hasilnya adalah kuah bening dengan kedalaman rasa yang hangat, bukan berat. Setiap sendoknya terasa menenangkan, cocok dinikmati kapan saja—baik saat perut lapar maupun ketika tubuh butuh kenyamanan.
Pendekatan ini menjadikan setiap hidangan terasa personal. Banyak pengunjung mengaku bahwa makan di sini selalu menghadirkan rasa “pulang”, bahkan bagi mereka yang berasal dari luar kota.
Daftar Menu dan Harga
Menu yang ditawarkan tidak terlalu banyak, namun justru itulah yang membuat kualitasnya terjaga. Setiap hidangan memiliki karakter yang kuat dan dikerjakan dengan standar tinggi.
Menu Utama:
Ayam Goreng – Rp 32.000
Ayam Goreng Paha/Dada – Rp 35.000
Sop Buntut – Rp 45.000
Sop Ayam – Rp 28.000
Empal Goreng – Rp 34.000
Menu Pendamping:
Nasi Putih – Rp 6.000
Nasi Goreng Jawa – Rp 25.000
Tahu Goreng – Rp 5.000
Tempe Goreng – Rp 5.000
Lalapan & Sambal – Rp 6.000
Minuman:
Es Teh Manis – Rp 6.000
Teh Hangat – Rp 5.000
Jeruk Dingin/Panas – Rp 8.000
Air Mineral – Rp 5.000
Harga-harga ini relatif stabil dan mencerminkan nilai yang sepadan dengan kualitas rasa serta porsi yang diberikan.
Rekomendasi Menu Best Seller
Ayam goreng menjadi bintang utama. Teksturnya renyah tanpa berminyak, dengan aroma bawang yang menggoda sejak piring pertama mendarat di meja. Dagingnya empuk, tidak kering, dan tetap juicy hingga suapan terakhir.
Sop buntut menyusul sebagai favorit banyak pengunjung. Potongan buntut yang besar berpadu dengan kuah hangat dan potongan wortel serta kentang, menciptakan harmoni rasa yang seimbang. Hidangan ini sering menjadi pilihan utama bagi mereka yang datang bersama keluarga.
Kombinasi paling populer adalah ayam goreng, seporsi nasi hangat, sambal, dan satu mangkuk sop buntut untuk dibagi. Perpaduan ini menghadirkan pengalaman makan yang lengkap—gurih, segar, pedas, dan hangat dalam satu meja.
Tips Berkunjung agar Pengalaman Lebih Maksimal

Datanglah lebih awal jika ingin menghindari antrean panjang, terutama di akhir pekan. Jika Anda bepergian bersama rombongan, pertimbangkan memesan lebih dulu melalui layanan pesan antar agar waktu makan lebih efisien.
Bagi wisatawan luar kota, menyusun rute perjalanan dengan kendaraan pribadi atau sewaan akan sangat membantu. Dengan mobil, Anda bisa mengombinasikan kunjungan ke rumah makan ini dengan destinasi lain seperti Kota Lama, Lawang Sewu, atau kawasan Simpang Lima dalam satu hari perjalanan.
rental mobil semarang menjadi solusi praktis bagi Anda yang ingin menjelajahi kota tanpa bergantung pada transportasi umum.
sewa mobil semarang memungkinkan perjalanan lebih fleksibel, nyaman, dan hemat waktu, terutama jika Anda datang bersama keluarga atau membawa banyak agenda wisata.
Menikmati Semarang Lewat Sepiring Ayam Goreng

Bagi seorang traveler, makanan bukan sekadar pengisi energi. Ia adalah jendela untuk memahami sebuah kota. Semarang, dengan karakter multikultural dan sejarah panjangnya, tercermin jelas dalam sajian-sajian klasik yang bertahan hingga kini. Makan di tempat ini bukan hanya soal rasa, tetapi tentang membaca identitas kota lewat bumbu dan cara penyajian.
Ada sensasi berbeda ketika duduk di meja sederhana, memesan ayam goreng dan sop buntut, lalu melihat bagaimana pelayan bergerak cekatan di antara antrean pengunjung. Di sekeliling, terdengar percakapan dalam berbagai dialek—warga lokal, wisatawan domestik, bahkan tamu dari luar negeri. Semua dipersatukan oleh satu tujuan: menikmati rasa yang sama.
Momen ini sering menjadi titik awal perjalanan kuliner di Semarang. Setelah perut terisi, langkah terasa lebih ringan untuk menjelajah Kota Lama, menyusuri bangunan kolonial, atau sekadar menikmati senja di kawasan Simpang Lima. Rumah makan ini seolah menjadi “gerbang rasa” sebelum menyelami sisi lain kota.
Tidak sedikit wisatawan yang menjadikan tempat ini sebagai agenda wajib setiap kali kembali ke Semarang. Bukan karena ingin mencoba sesuatu yang baru, tetapi justru karena ingin mengulang pengalaman yang sama—pengalaman yang memberi rasa aman dan akrab.
Menjelajah Lebih Luas dengan Perjalanan yang Nyaman

persewaan rental mobil sangat membantu wisatawan yang ingin menjelajah Semarang dengan ritme sendiri. Kota ini menyimpan banyak destinasi menarik yang tersebar di berbagai titik, mulai dari pusat kota hingga kawasan pinggiran. Tanpa kendaraan pribadi, banyak pengalaman yang berpotensi terlewat.
alfaaqilla hadir sebagai penyedia layanan transportasi yang mengutamakan kenyamanan dan kepercayaan. Armada yang terawat, pilihan kendaraan yang beragam, serta layanan yang responsif menjadikannya partner perjalanan yang ideal, baik untuk wisata keluarga, perjalanan bisnis, maupun eksplorasi solo.
Aqilla Rent a Car menawarkan fleksibilitas penuh: lepas kunci atau dengan sopir profesional. Bagi traveler yang baru pertama kali ke Semarang, menggunakan sopir lokal sering kali menjadi keuntungan tersendiri. Selain lebih santai, Anda juga bisa mendapatkan rekomendasi tempat makan, rute tercepat, hingga destinasi tersembunyi yang jarang muncul di peta wisata.
Dengan kendaraan yang nyaman, perjalanan menuju rumah makan legendaris ini pun menjadi bagian dari pengalaman. Anda bisa singgah di beberapa titik menarik sebelum atau sesudah makan, tanpa terburu waktu atau repot berpindah moda transportasi.
Perjalanan Rasa yang Layak Diulang

Kuliner yang baik selalu meninggalkan jejak. Ia bukan hanya mengenyangkan, tetapi membentuk ingatan. Ayam goreng yang renyah, kuah sop buntut yang hangat, dan suasana yang bersahaja akan terus teringat bahkan setelah Anda kembali ke kota asal.
Banyak tempat makan menawarkan rasa enak. Namun hanya sedikit yang mampu menghadirkan perasaan “pulang” kepada setiap pengunjungnya. Di sinilah letak kekuatan rumah makan legendaris ini—menghadirkan keakraban di tengah perjalanan.
Semarang akan selalu memiliki wajah baru, gedung baru, dan tempat-tempat modern yang bermunculan. Namun selama rasa ini tetap dijaga, tempat ini akan terus menjadi jangkar nostalgia bagi siapa pun yang pernah singgah.
Wujudkan Perjalanan Kuliner yang Lebih Bebas

hubungi kami sekarang juga untuk merencanakan perjalanan Anda di Semarang dengan lebih nyaman.
whatsapp Aqilla siap membantu Anda memilih kendaraan terbaik sesuai kebutuhan.
telfon kapan saja untuk mendapatkan informasi cepat dan akurat.
Jadikan momen menikmati kuliner legendaris ini sebagai bagian dari perjalanan yang lebih luas. Dengan dukungan Aqilla Rent a Car, Anda tidak hanya datang untuk makan, tetapi benar-benar menjelajah Semarang dengan cara yang lebih bebas, nyaman, dan berkesan.
Perjalanan terbaik selalu dimulai dari rasa—dan rasa terbaik akan membawa Anda pulang dengan cerita.



