Saat ini sudah terjadi perubahan global imbas dari pemikiran-pemikiran cerdas dan meningkatnya kebutuhan manusia dimana teknologi menempati posisi paling kuat dalam peran sertanya perubahan zaman.

Perubahan besar-besaran dalam bidang teknologi membuat budaya dan pola pikir manusia bergeser.

Generasi manusia saat ini sudah memasuki istilah generasi Y dan Z atau generasi milenial yang mungkin akhir-akhir ini sering kita dengar meski tak terlalu paham artinya, istilah itu nyatanya sudah masuk dalam percakapan sehari-hari.

Generasi Milenial, yang juga punya nama lain Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997 yang disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini di rilis pertama kali oleh Karl Mannheim pada 1923.

Berdasarkan teori generasi, para sosiolog membagi manusia menjadi sejumlah generasi:

Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z

Pembagian ini biasanya berdasarkan rentang tahun kelahiran. Namun, rentang tahun didefinisikan berbeda-beda menurut sejumlah pakar, tapi tak terlalu jauh.

Definisi rentang umur Generasi Z  bermacam-macam. istilah itu mulai sering dipakai pada 2014. Di sana, rentang umur yang dipakai mendeskripsikan Generasi Z adalah anak-anak yang lahir 1995 sampai 2014.

Di Kanada menghitung Generasi Z mulai dari anak-anak yang lahir pada 1993 sampai 2011. di Australia menyebut Generasi Z sebagai orang-orang yang lahir pada 1995 sampai 2009. lain lagi: mendefinisikan generasi itu sebagai orang-orang yang lahir selepas Desember 2000.

Terlepas perbedaan tahun tersebut, mereka semua sepakat kalau Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di generasi internet—generasi yang sudah menikmati keajaiban teknologi usai kelahiran internet.

Bagaimana Generasi Z di Indonesia?

Internet hadir di Indonesia pada 1990. Baru pada 1994, Indonet hadir sebagai Penyelenggara Jasa Internet komersial perdana di negeri ini. Jadi, mari kita anggap Generasi Z Indonesia adalah mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an sampai medio 2000-an.

Jika Generasi Z pertama adalah mereka yang lahir pada 1995, artinya orang yang paling tua dari Generasi Z Indonesia sudah berumur 21 tahun: mereka sudah beranjak dewasa, mencari atau sudah punya pekerjaan, dan hal-hal lain yang bisa memengaruhi ekonomi, politik, dan kehidupan sosial dunia kini.

Pada dekade terakhir, Generasi Z terus diteliti. Dari preferensi politik, ekonomi, hingga gaya hidup. Sebab, di dunia ini, belum pernah ada generasi yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi seperti mereka.

Bagi para pelaku ekonomi untuk memahami perilaku dan kebiasaan mereka sangatlah penting agar kita selalu dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam membangun ekonomi sampai jauh kedepan.

Ada benarnya bagi yang memandang generasi sekarang ini mempunyai arah ke kehidupan, kebudayaan, kebiasaan dan pola hidup yang “Praktis”  dimana mungkin kedepan budaya praktis ini akan berkaitan dengan karakter gaya hidup, misalnya bisa saja kedepan orang akan menganggap bahwa aset seperti sekarang ini seperti tanah, rumah, mobil dan lain-lain menjadi sesuatu yang tidak lagi dikejar menjadi target utama.

Asumsi sekarang orang kaya adalah orang yang mempunyai aset banyak bisa jadi tidak menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk di kejar, tapi style atau gaya hidup saat itu yang akan dikejar.

Bisa jadi dengan pola Praktis diatas, orang sudah tidak terlalu berfikir harus punya rumah tapi orang berfikir bagaimana bisa menempati rumah  atau apartemen mewah dengan cara sewa, yang tidak memerlukan pemikiran untuk merawat, menjual, untung atau rugi, jika bosan mereka praktis tidak memikirkan bagaimana cara menjual dan mereka akan menyewa tempat baru yang lebih fresh dengan suasana baru.

Saat ini banyak atau bahkan kontraktor berbondong-bondong meramaikan pekerjaannya dengan membangun Apartemen-apartemen di semua kota di Indonesia dengan harga jual yang aneh, kenapa aneh? bayangkan saja dengan merogoh kocek ratusan juta untuk lahan yang sama sekali tidak bisa dikatakan luas tapi peminat apartemen luar biasa sehingga hampir dipastikan setiap saat sekarang ini selalu ada pembangunan apartemen baru.

Ini menandakan antusias masyarakat cukup tinggi untuk memiliki apartemen. Bisa jadi karena sudah ” praktis ” pola pikir masyarakat saat ini.

Dengan melihat tabiat-tabiat sekarang ini, Usaha Sewa mobil atau rental mobil kedepan pun ikut optimis tidak akan pernah surut dengan berbagai macam pola dan teknik yang terus update.

Tinggal bagaimana bisa mengikuti persaingan, mengatur strategi dan mencari pola yang tepat.

Salam sukses

 

 

Summary
MILENIAL
Article Name
MILENIAL
Description
perkembangan dunia
Author
Publisher Name
admin
Publisher Logo